SUARADATA
Siasat.
← Kembali ke peta ↑ Lihat provinsi Jawa Timur
Halaman Wilayah

Kota Surabaya

Jawa Timur · Kode wilayah 35.78 · Satu dari 514 halaman wilayah dengan pola yang sama.

Pilpres 2024 di Kota Surabaya Penetapan Resmi

Prabowo–Gibran menang di Kota Surabaya dengan 60,01% suara sah.

Prabowo–Gibran60,01%
Ganjar–Mahfud22,46%
Anies–Muhaimin17,53%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total suara sah: 1.653.569 — penetapan SK KPU 360/2024, 20 Maret 2024.

DPT/TPS/partisipasi 2024 per kabupaten/kota on progress.

Konteks provinsi: Pilpres 2024 di Jawa Timur Penetapan Resmi

Prabowo–Gibran meraih suara terbanyak di Jawa Timur — 65,19% dari 25.644.060 suara sah provinsi.

Prabowo–Gibran65,19%
Anies–Muhaimin17,52%
Ganjar–Mahfud17,29%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total provinsi diambil dari baris penetapan tingkat provinsi (SK KPU 360/2024), bukan penjumlahan angka kabupaten/kota.

Share suara pemenang Kota Surabaya (60,01%) menempati peringkat ke-31 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dan peringkat ke-313 dari 514 secara nasional — dihitung dari suara penetapan Pilpres 2024.

Pilkada 2024 Penetapan Resmi

Pemenang Pilkada 2024: Eri Cahyadi, S.T., M.T — Armuji, S.T

980.380 suara (81,38%) — penetapan SK KPU 1.

Jenis pemilihan: Wali Kota. Partai pengusung: —.

Pengawasan 2024 Indeks Catatan Pengawasan

Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu menilai potensi kerawanan sebelum pemilu digelar — skor, bukan vonis.

40,1638
skor IKP 2024 Kota Surabaya, kategori Sedang — peringkat ke-13 dari 38 di Jawa Timur dan peringkat ke-139 dari 514 secara nasional (semakin tinggi skor, semakin rawan)
191
laporan/temuan tertangani Bawaslu se-Jawa Timur pada Pemilu 2024, 85 di antaranya dinyatakan pelanggaran — angka tingkat provinsi, bukan Kota Surabaya saja
3
perkara 2024 tertaut Kota Surabaya dalam koleksi dokumen Siasat (3 etik penyelenggara) — koleksi dokumen yang berhasil dihimpun, bukan sensus seluruh perkara