SUARADATA
Siasat.
← Kembali ke peta ↑ Lihat provinsi Papua
Halaman Wilayah

Kepulauan Yapen

Papua · Kode wilayah 91.05 · Satu dari 514 halaman wilayah dengan pola yang sama.

Pilpres 2024 di Kepulauan Yapen Penetapan Resmi

Prabowo–Gibran menang di Kepulauan Yapen dengan 56,86% suara sah.

Prabowo–Gibran56,86%
Ganjar–Mahfud27,67%
Anies–Muhaimin15,47%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total suara sah: 74.678 — penetapan SK KPU 360/2024, 20 Maret 2024.

DPT/TPS/partisipasi 2024 per kabupaten/kota on progress.

Konteks provinsi: Pilpres 2024 di Papua Penetapan Resmi

Prabowo–Gibran meraih suara terbanyak di Papua — 60,62% dari 625.034 suara sah provinsi.

Prabowo–Gibran60,62%
Ganjar–Mahfud28,56%
Anies–Muhaimin10,81%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total provinsi diambil dari baris penetapan tingkat provinsi (SK KPU 360/2024), bukan penjumlahan angka kabupaten/kota.

Share suara pemenang Kepulauan Yapen (56,86%) menempati peringkat ke-17 dari 29 kabupaten/kota di Papua dan peringkat ke-367 dari 514 secara nasional — dihitung dari suara penetapan Pilpres 2024.

Pilkada 2024 Penetapan Resmi

Pemenang Pilkada 2024: (BENYAMIN ARISOY, SE., M.Si — ROI PALUNGA)

31.926 suara (57,94%) — penetapan SK KPU 1279/2024.

Jenis pemilihan: Bupati. Partai pengusung: —.

Pengawasan 2024 Indeks Catatan Pengawasan

Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu menilai potensi kerawanan sebelum pemilu digelar — skor, bukan vonis.

64,9328
skor IKP 2024 Kepulauan Yapen, kategori Tinggi — peringkat ke-7 dari 29 di Papua dan peringkat ke-23 dari 514 secara nasional (semakin tinggi skor, semakin rawan)
93
laporan/temuan tertangani Bawaslu se-Papua pada Pemilu 2024, 56 di antaranya dinyatakan pelanggaran — angka tingkat provinsi, bukan Kepulauan Yapen saja
1
perkara 2024 tertaut Kepulauan Yapen dalam koleksi dokumen Siasat (1 sengketa) — koleksi dokumen yang berhasil dihimpun, bukan sensus seluruh perkara