SUARADATA
Siasat.
← Kembali ke peta ↑ Lihat provinsi Jawa Barat
Halaman Wilayah

Kuningan

Jawa Barat · Kode wilayah 32.08 · Satu dari 514 halaman wilayah dengan pola yang sama.

Pilpres 2024 di Kuningan Penetapan Resmi

Anies–Muhaimin menang di Kuningan dengan 46,55% suara sah.

Anies–Muhaimin46,55%
Prabowo–Gibran42,82%
Ganjar–Mahfud10,63%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total suara sah: 666.140 — penetapan SK KPU 360/2024, 20 Maret 2024.

DPT/TPS/partisipasi 2024 per kabupaten/kota on progress.

Konteks provinsi: Pilpres 2024 di Jawa Barat Penetapan Resmi

Prabowo–Gibran meraih suara terbanyak di Jawa Barat — 58,50% dari 28.726.523 suara sah provinsi.

Prabowo–Gibran58,50%
Anies–Muhaimin31,68%
Ganjar–Mahfud9,82%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total provinsi diambil dari baris penetapan tingkat provinsi (SK KPU 360/2024), bukan penjumlahan angka kabupaten/kota.

Share suara pemenang Kuningan (46,55%) menempati peringkat ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dan peringkat ke-497 dari 514 secara nasional — dihitung dari suara penetapan Pilpres 2024.

Pilkada 2024

Belum teridentifikasi

Pemenang Pilkada 2024 daerah ini belum termuat di basis beku v1.9 (80 dari 514 kabupaten/kota belum teridentifikasi) — bukan nol dan bukan perkiraan.

Pengawasan 2024 Indeks Catatan Pengawasan

Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu menilai potensi kerawanan sebelum pemilu digelar — skor, bukan vonis.

51,0987
skor IKP 2024 Kuningan, kategori Tinggi — peringkat ke-8 dari 27 di Jawa Barat dan peringkat ke-78 dari 514 secara nasional (semakin tinggi skor, semakin rawan)
246
laporan/temuan tertangani Bawaslu se-Jawa Barat pada Pemilu 2024, 101 di antaranya dinyatakan pelanggaran — angka tingkat provinsi, bukan Kuningan saja
1
perkara 2024 tertaut Kuningan dalam koleksi dokumen Siasat (1 etik penyelenggara) — koleksi dokumen yang berhasil dihimpun, bukan sensus seluruh perkara