SUARADATA
Siasat.
← Kembali ke peta ↑ Lihat provinsi DKI Jakarta
Halaman Wilayah

Jakarta Pusat

DKI Jakarta · Kode wilayah 31.71 · Satu dari 514 halaman wilayah dengan pola yang sama.

Pilpres 2024 di Jakarta Pusat Rekonstruksi

Anies–Muhaimin menang di Jakarta Pusat dengan 42,17% suara sah.

Anies–Muhaimin42,17%
Prabowo–Gibran40,05%
Ganjar–Mahfud17,78%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total suara sah: 629.532 — rekonstruksi dari dokumen kecamatan (situs uji KPU), bukan D.HASIL KABKO-PPWP; jumlah provinsi cocok persis dengan SK KPU 360/2024.

DPT/TPS/partisipasi 2024 per kabupaten/kota on progress.

Konteks provinsi: Pilpres 2024 di DKI Jakarta Penetapan Resmi

Prabowo–Gibran meraih suara terbanyak di DKI Jakarta — 41,67% dari 6.460.911 suara sah provinsi.

Prabowo–Gibran41,67%
Anies–Muhaimin41,07%
Ganjar–Mahfud17,26%

Pasangan: 1) Anies Rasyid Baswedan — A. Muhaimin Iskandar; 2) Prabowo Subianto — Gibran Rakabuming Raka; 3) Ganjar Pranowo — M. Mahfud MD

Total provinsi diambil dari baris penetapan tingkat provinsi (SK KPU 360/2024), bukan penjumlahan angka kabupaten/kota.

Share suara pemenang Jakarta Pusat (42,17%) menempati peringkat ke-6 dari 6 kabupaten/kota di DKI Jakarta dan peringkat ke-511 dari 514 secara nasional — dihitung dari suara rekonstruksi Pilpres 2024.

Pilkada 2024

Tidak menggelar pilkada sendiri

Wilayah administrasi DKI Jakarta tidak menggelar pilkada sendiri — warganya memilih gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024.

Pengawasan 2024 Indeks Catatan Pengawasan

Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu menilai potensi kerawanan sebelum pemilu digelar — skor, bukan vonis.

32,9317
skor IKP 2024 Jakarta Pusat, kategori Sedang — peringkat ke-4 dari 6 di DKI Jakarta dan peringkat ke-215 dari 514 secara nasional (semakin tinggi skor, semakin rawan)
45
laporan/temuan tertangani Bawaslu se-DKI Jakarta pada Pemilu 2024, 21 di antaranya dinyatakan pelanggaran — angka tingkat provinsi, bukan Jakarta Pusat saja
—
dalam koleksi dokumen Siasat, tidak ada perkara tahun 2024 yang tertaut ke Jakarta Pusat — koleksi ini bukan sensus seluruh perkara